MADINAH, KOMPAS.com - Di tengah jutaan jemaah haji dan umrah yang datang ke Madinah setiap tahun, kerinduan pada cita rasa masakan Indonesia menjadi hal yang tak terhindarkan.
Kerinduan itu coba diobati oleh seorang pengusaha kuliner asal Indonesia melalui restoran The Java Signature yang menyajikan aneka menu khas Nusantara di Kota Nabi.
Dari bakso hingga pisang goreng, restoran tersebut menjadikan kuliner Indonesia sebagai jembatan pelepas rindu sekaligus sarana mengenalkan cita rasa Tanah Air kepada masyarakat Arab Saudi.
"Saya punya mimpi ingin mengenalkan masakan Indonesia kepada dunia," kalimat tersebut mengalir dari mulut Muhammad Sarwono Tayibi Alakhir (52) atau yang biasa disapa Chef Umar.
Baca juga: Kisah Ipang, WNI yang Sukses Jual 500 Porsi Bakso per Hari di Jabal Magnet Madinah
Pemilik restoran The Java Signature itu menyebut, Allah telah mengabulkan impiannya.
Umar yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah baru saja membuka restoran keduanya sejak 8 Mei 2026 di wilayah Madinah, tepatnya dua menit dari Universitas Islam Madinah dan Taiba University.
Baca juga: Mencicipi Bakso Pak Omar di Jabal Uhud, Juga Digemari oleh Warga Saudi
Dari restorannya, Umar mengenalkan menu-menu Indonesia seperti bakso dan pisang goreng, bahkan kepada warga lokal Arab Saudi.
Impiannya mengenalkan makanan Indonesia ke 'meja' dunia telah dimulai 2011, sejak ia pertama kali menginjakkan kaki di Arab Saudi.
"Bisa dibilang, Java Signature salah satu pencetus citarasa Indonesia di Madinah. Bahkan di Saudi yang tadinya enggak ada pisang goreng sekarang mereka mengenal pisang goreng," kata Umar saat ditemui Senin (22/6/2026).
Mempertahankan citarasa Indonesia di negeri orang tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Namun Chef Umar memiliki cara agar jemaah tetap merasakan 'kampung halaman' ketika menyantap masakannya.
"Saya orang yang lebih mengutamakan rasa dibanding sekadar target materi," imbuhnya.
Demi melakukan hal itu, tak jarang Umar bekerja sama dengan kolega dan kerabatnya untuk menyediakan bumbu-bumbu langsung dari Indonesia.
Dia pun memiliki kenalan travel yang bersedia membantunya menghadirkan bumbu makanan terbaik untuk masakannya.
Demi mempertahankan rasa 'Indonesia', Umar juga turun tangan langsung memasak.
"Untuk mempertahankan rasa memang kadang saya titip bumbunya dari travel, memang banyak yang kenal. Kalau travel ke sini telepon saya ngabarin saya, Pak mau menitip apa," ujarnya.
Umar juga melakukan inovasi dengan menghadirkan menu-menu baru Nusantara. "Kemarin mencoba sambal tempong versi Jawa Timur dan Jawa Barat dan ternyata peminatnya banyak," katanya.
Selama mengelola dua restorannya, yakni The Java Signature 1 di wilayah Jabal Uhud dan The Java Signature 2 di Al Salam Garden, Umar dibantu delapan karyawan yang mayoritas berasal dari Indonesia.
Sehingga jemaah haji dan umrah merasakan 'rasa Tanah Air' yang otentik dari tangan-tangan pekerja dari Indonesia.
Potret jemaah haji asal Tangerang, Banten mangobati kangen dengan menyantap kuliner nusantara di restoran The Java Signature, Madinah.Salah satu jemaah haji asal Tangerang, Banten, Muslimah Indri Astuti (49) mengatakan, kerinduannya akan masakan Indonesia tertuntaskan setelah berkunjung restoran Chef Umar. Makanan yang menjadi favoritnya adalah sambal.
"Sambalnya sangat mantap, cocok sekali di lidah Indonesia," ungkap dia.
Perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ichsan Kamil (38) mengungkapkan, masakan Chef Umar mengobati ruang rindu jemaah terhadap masakan Tanah Air.
Jemaah yang telah berpisah dengan keluarga dan kampung halaman pun merasa seperti menyantap makanan di Tanah Air.
"Tadi kami memesan tempe orek, telur sambal balado dan yang paling mendapatkan pujian dari jemaah sambalnya, banyak yang merasa puas," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang